Pada hakikatnya, sastra Indonesia adalah suatu bentuk sastra yang memperlihatkan penolakan terhadap konvensi-konvensi sastra yang telah dikenal sebelumnya. Mula-mula berlangsung dengan agak malu-malu, tetapi kemudian bertindak bagaikan "binatang jalang dari kumpulannya terbuang", Mursal Esten mengawali buku ini. Kemudian diteruskan oleh pakar-pakar lainnya seperti Subagio Sastrowardoyo, Achdiat…
Untuk menghayati sebuah karya sastra, aspek intrinsik dan ekstrinsik dalam karya tersebut harus diperhatikan. Namun, dalam analisis atau kritik sastra, hal tersebut sering luput dari perhatian. Analisis atau kritik Sastra Indonesia menyoroti perihal penggunaan bahasa yang diungkapkan dengan benar yang memiliki suatu nilai estetik. Karena bahasa memegang peran penting, yaitu selain sebagai alat …