Pada hakikatnya, sastra Indonesia adalah suatu bentuk sastra yang memperlihatkan penolakan terhadap konvensi-konvensi sastra yang telah dikenal sebelumnya. Mula-mula berlangsung dengan agak malu-malu, tetapi kemudian bertindak bagaikan "binatang jalang dari kumpulannya terbuang", Mursal Esten mengawali buku ini. Kemudian diteruskan oleh pakar-pakar lainnya seperti Subagio Sastrowardoyo, Achdiat…
Sistem pengajaran di sekolah-sekolah kita, cenderung mengalahkan siswa melihat sesamanya sebagai kompetitior, setisp kompetitior,perlu dikalahkan, tidak peduli bagaimana caranya , setiap ini nantinya terbawa, ketika sang anak bersosialisasi dam masyarakat luas.
Rumah Bambu adalah kumpulan cerpen Romo Mangun yang pertama dan terakhir kali diterbitkan. Sebagian besar cerpen-cerpen itu ditemukan di rumah penulis, di Kuwera, Yogyakarta, dalam keadaan penuh koreksi dan sulit dibaca. Dari duapuluh cerpen yang ada dalam buku ini, hanya tiga yang pernah dipublikasikan.