Konon puisi adalah mahkota bahasa. Puisi adalah hasil yang dicapai jika seseorang mampu bermain-main dengan bahasanya. Apa yang ditulis penyair tidak serta-merta bisa diartikan secara harfiah. Gerimis bukan berarti hujan, dan bunga belum tentu berarti kembang. Kerap penyair bilang begini, tapi maksudnya begitu. Lalu bagaimana caranya bisa menikmati puisi dan menangkap pesan atau makna yang i…
Buku ini menyajikan teori, metode dan teknik cara-cara yang sangat diperlukan dalam analisis karya sastra. Teori-teori yang dibicarakan, meliputi antara lain: formalisme, strukturalisme, semiotika, naratologi, resepsi, interteks, feminis, post-kolonial, dekonstruksi, dan teori-teori postskulturalisme pada umunya. Dengan pertimbangan bahwa dewasa ini masalah wacana (diskursus) memperoleh perhat…
Wellek & Warren dalam buku aslinya yang berjudul Theory of Literature ini lebih banyak memfokuskan pembahasannya dalam pengkajian puisi. Ini terlihat dari berbagai penjelasan yang digunakan selalu mengambil contoh genre puisi dalam menjelaskan teorinya. Ambil contoh saja pada bagian keempat yaitu studi sastra dengan pendekatan intrinsik. Wellek & Werren mencoba memasukkan unsur genre sa…
Profesionalisme guru dari waktu ke waktu semakin dituntut seiring dengan kebutuhan pendidikan yang bermutu. Dalam konteks itu salah satu variabel utama dalam meningkatkan mutu pendidikan adalah guru. Hal ini dikarenakan gurulah yang ada di garda terdepan yang langsung berinteraksi dengan peserta didik di kelas. Oleh karena itu guru dituntut untuk menguasai dan terampil pada hal-hal yang berkait…
Seni bicara public speaking harus dikuasai oleh para guru. Manfaatnya, guru akan dengan mudah menguasai kelas yang ramai atau kelas yang sepi. Buku ini berisi ilmu-ilmu yang harus dikuasai agar seorang guru menjadi pribadi karismatik, pandai berbicara, humoris, menyenangkan siswa, dan sekaligus dapat memahamkan siswa atas pelajaran yang disampaikannya.
“Kalau hujan sekalian tidak apa-apa, aku suka,” katanya kepada istrinya selalu. “Tetapi gerimis selalu jatuh pelan-pelan, diam-diam, tidak memberi tahu, dan dengan licik membasahi lantai,” katanya melanjutkan. “Aku mencintai hujan sebab kalau jatuh bilang terus terang dan jelas suaranya, tidak membiarkan aku terpeleset.”
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 70 Tahun 2009, telah mengindikasikan bahwa siswa cerdas istimewa berada di kelas inklusi. Lebih kuat lagi bahwa Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 44 Tahun 2019 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, dan Sekolah Menengah Kejuruan, di mana dinyatakan …
“Kitab puisi…perihal gendis…di rumah sendirian….ayahnya pamit pergi ke selatan…ibunya bilang menyusul ke utara….TAK PERLU…Barangkali tidak perlu…mencari tahu dan menjadi risau kenapa? Ayah ke Selatan….Ibu ke Utara….Aku ingin ke Barat…sendiri saja…membelakangi bukit Timur…sarang matahari pagi itu….Tidak perlu menjadi risau…Tidak perlu sama sekali…Sapardi Djoko Dam…